Eggi Sudjana Laporkan Jokowi dan Sri Mulyani ke KPK

Nasional

NOTULA – Persaudaraan Pekerja Muslim Indoensia (PPMI) mengadu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kerugian dari pembengkakan utang negara.

Ketua Dewan Pertimbangan PPMI, Eggi Sudjana, mengatakan, salah satu pihak yang dlaporkan adalah Presiden Joko Widodo.

“Presiden Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno. Itu jelas,” tegas Eggi, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/12).

Dia menyebutkan, dalam catatan yang dia pegang, hingga saat ini utang negara sudah mencapai angka Rp 5.250 triliun.

Menurut Eggi,  ada tiga indikasi dari korupsi yang menjadi tugas KPK. Pertama, perbuatan melawan hukum, kedua, memperkaya diri dan atau orang lain, korporasi atau kelompok, dan ketiga merugikan negara.

Bagi Eggi, utang negara yang sudah melampaui batas normal sudah masuk kategori korup. Setidaknya, pemerintah melanggar ketentuan undang-undang terkait utang negara maksimal 30 persen terhadap pendapatan domestik bruto.

“Kita minta KPK tolong hitung kerugian negara dari utang Rp 5.250 triliun, ini besar sekali,” tutup Eggi, seperti dikutip dari rmol.co.