2019, Merpati Airlines Kembali Terbang

Ekbis

NOTULA – Merpati Airlines bakal kembali melayani masyarakat yang membutuhkan jasa layanan penerbangan yang baik dan aman. Kepastian itu disampaikan Presiden Direktur Merpati Nusantara Airlines, Asep Ekanugraha, di Jakarta, Minggu (11/11).

Keputusan Merpati terbang kembali tergantung dari proses sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Rabu (14/11). Jika dalam sidang PKPU Merpati dinyatakan layak bangkit lagi, itu titik awal untuk bisa kembali mengudara, setelah vakum sejak 1 Februari 2014.

“Kami yakin dan optimis bakal kembali terbang tahun depan. Semua persiapan, terutama dana operasional, sudah kami dapatkan komitmennya,” jelas Asep.

Menurutnya, sudah ada komitmen dari investor yang akan mengucurkan dana Rp 6,4 triliun. Dana investor bakal dimanfaatkan agar Merpati bisa terbang kembali. Komitmen pendanaan didapat dari Intra Asia Corpora, investor dalam negeri yang terafiliasi dengan Asuransi Intra Asia dan PT Cipendawa yang sempat terdaftar di Bursa dengan kode emiten CPDX.

“Salah satu langkah kami untuk bisa membuat Merpati kembali terbang adalah dengan debt restrukturisasi. Langkah kami ini dikuatkan dengan mitra kami yang sudah sepakat akan mengucurkan dana untuk kembalinya Merpati beroperasional kembali,” ujar Asep.

Kucuran dana, seperti dikutip dari rmol.co, akan turun secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Jika telah beroperasi, hasilnya akan dimanfaatkan untuk penyelesaian kewajiban atau utang yang saat ini sedikitnya Rp10 triliun,” beber Asep.

Kucuran dana untuk operasional Merpati tidak sepenuhnya berupa uang segar. Juga tidak akan turun sekaligus, namun bertahap sesuai kebutuhan operasional dalam jangka dua tahun. Dengan dana itu, Merpati setidaknya bisa kembali memiliki pesawat dan mulai mengurus izin rute terbang dan investasi operasional lainnya.

“Memang titik krusialnya yang di putusan pengadilan terkait kasus utang kami yang akan diputuskan pada Rabu 14 November nanti. Ya tentu saja kami berharap Merpati diberi kesempatan untuk beroperasi lagi. Jika demikian maka kami akan tancap gas melaksanakan langkah strategis operasional yang telah kami siapkan,” papar Asep.

Soal komposisi saham, Asep belum bisa menjelaskan secara detail, karena berkaitan perjanjian kedua perusahaan. Hanya saja, pihak investor mengucurkan dana dengan soft lender yang artinya akan mendapatkan manfaat dari Merpati setelah maskapai mapan mengudara.

Asep optimistis, kreditor lama akan setuju agar  Merpati bisa kembali terbang. Alasannya, dengan kembali terbang, maka Merpati akan bisa menyelesaikan persoalan utang kepada kreditur.

“Tidak ada juga investor yang mau kasih modal cuma-cuma menurut saya. Dana ini bukan untuk menutup utang tetapi menjadi modal awal kami sehingga kami bisa kembali beroperasi,” pungkasnya.