1 November Arab Saudi mulai Izinkan Umrah, Ini Syarat-syaratnya!

Tak Berkategori

NOTULA – Pemerintah Arab Saudi mulai mengizinkan masuknya jamaah dari negara-negara asing untuk melakukan umrah, mulai pekan depan, seiring diberlakukannya fase ketiga dari relaksasi bertahap, dan berlaku efektif pada 1 November (Rabi Al Awwal 15).

Meski begitu Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi hanya mengizinkan jamaah berusia antara 18 dan 50 tahun, sesuai persyaratan Kementerian Kesehatan. Para jamaah harus menjalani karantina tiga hari setelah kedatangan di Kerajaan Arab Saudi, sesuai langkah-langkah pencegahan dan protokol Kesehatan, untuk membendung penyebaran virus corona.

Menurut Koran Saudi Okaz, semua perusahaan umrah harus mematuhi peraturan kementerian dan kontrol yang mengatur penerimaan jamaah dari luar negeri, yakni, jemaah haji harus memiliki sertifikat tes kesehatan PCR yang menunjukkan bahwa dirinya bebas dari virus corona yang dikeluarkan laboratorium terpercaya di negaranya, tidak lebih dari 72 jam sejak pengambilan sampel hingga saat pemberangkatan ke Arab Saudi.

Jemaah haji sudah mendapatkan reservasi untuk pelaksanaan umroh serta kunjungan ke dua masjid suci dan sholat di Rawdah Syarif dengan mendaftar melalui aplikasi Eatmarna. Mereka juga harus mengonfirmasi reservasi penerbangan kembali sesuai program yang disetujui untuk setiap jamaah, seperti dilaporkan Gulf News, Senin 26/10).

Peraturan itu mencakup reservasi untuk akomodasi komprehensif, termasuk makan tiga kali sehari selama periode tiga hari isolasi medis. Perusahaan umrah juga harus memverifikasi informasi yang benar di paspor jamaah, termasuk tanggal lahir yang masuk dalam sistem umrah, dalam waktu maksimal 34 jam sebelum tanggal kedatangan.

Data tiket pesawat yang dikonfirmasi untuk setiap jamaah juga akan dimasukkan ke dalam system, mencakup nomor tiket, nomor penerbangan kedatangan, kota keberangkatan, tanggal dan waktu lepas landas, kota kedatangan, tanggal dan waktu kedatangan, serta data yang sama untuk penerbangan keberangkatan.

Sistem itu juga memuat informasi tentang akomodasi di Mekah dan Madinah. Agen tur umrah asing bersama perusahaan umrah Saudi bertanggung jawab atas integritas data ini. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban untuk memberikan informasi yang benar.

Agen asing harus memberi tahu para peziarah tentang pencegahan kesehatan wajib dari isolasi medis tiga hari setibanya di hotel tempat para peziarah tinggal. Kementerian menyatakan bahwa jamaah harus dibagi menjadi beberapa kelompok, minimal 50 jamaah di setiap kelompok, dan perusahaan umrah harus menunjuk seorang pemimpin untuk membimbing setiap kelompok.

Harus ada program reservasi yang seragam bagi jamaah haji dengan semua layanan, termasuk penerbangan, perumahan dan transportasi yang bertepatan dengan tanggal reservasi untuk melaksanakan umroh dan mengunjungi masjid suci sesuai sistem aplikasi Eatmarna bagi jamaah asing.

Kementerian menekankan, perusahaan umrah Saudi yang ditunjuk bertanggung jawab menindaklanjuti penyediaan layanan yang dikontrak dalam paket umrah, seperti perumahan, transportasi, layanan lapangan, asuransi, dan makanan, di samping mengatasi kekurangan dalam layanan dan fasilitas, dan asuransi komprehensif untuk layanan lapangan termasuk transportasi antara Haram dan perumahan dan meeqat mereka.

 

Kementerian menyatakan, pihaknya sedang bekerja, berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri serta otoritas terkait lainnya, untuk menentukan negara dari mana pelaku umrah dapat datang dan jumlahnya secara berkala, sejalan dengan klasifikasi dalam hal kepatuhan terhadap tindakan pencegahan dan persyaratan masing-masing negara.

Dikutip dari RMOL.id, Kementerian juga memberikan akreditasi kepada penyedia layanan yang memenuhi syarat seperti hotel dan perusahaan transportasi sesuai dengan kontrol fase luar biasa ini dan persyaratan kehati-hatian serta protokol kesehatan.

Selain itu, kementerian juga menginstruksikan penyedia layanan untuk menampilkan layanan mereka melalui platform pemasaran elektronik yang disetujui di reservasi pusat Saudi dan sistem sertifikasi elektronik oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah untuk kontrak yang ditandatangani antara agen asing dan penyedia layanan Umrah.